Bripka Syafril Efendi foto bersama gerobak sandwich Supirman dan Ernita. Foto/Nanda
Pariaman ----- Pelaksanaan rangkaian upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-72 tingkat Polres Pariaman, Rabu (11/7) telah berakhir. Undangan dan peserta upacara yang dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengikuti rangkain upacara dengan khidmat.
       
Dalam suasana khidmat penyelenggaraan upacara, dua sosok warga biasa tiba-tiba menjadi perhatian peserta dan undangan upacara. Sosok yang menunggu di gerobak motor sandwich bakar di sudut sebelah kiri lapangan Polres Pariaman.
      
Mereka adalah Supirman, 43 tahun dan Ernita, 37 tahun. Keduanya merupakan pasangan suami-istri warga Desa Bato Kecamatan Pariaman Timur, yang menjadi penerima manfaat bantuan motor gerobak sandwich bakar dari Bhabinkamtibmas Polres Pariaman, Bripka Syafril Efendi.
      
Pagi itu, Supirman terlihat berkaca-kaca. Sesekali air matanya menetes. Dengan istri, Supirman berjalan ke depan lapangan upacara, saat protokol upacara memanggil namanya untuk berdiri di depan peserta dan undangan upacara.
      
Rasa haru jelas terpancar di wajah Supirman, saat merima kunci simbolis bantuan sepeda motor gerobok. Sama halnya dengan istrinya, Ernita, terlihat meneteskan air mata. Dalam pertemuan singkat itu, Supirman menyempatkan berbagi kisah pertemuannya dengan Bripka Syafril Efendi.
      
Sejak menderita patah tulang kaki sebelah kiri oleh kecelakaan pada 2015 silam, Supirman tidak bisa beraktivitas. Seluruh aktivitas ia lakukan di atas kasur. Mandi, makan dan hal lain sambil tidur. Dalam musibah kecelakaan itu, tulang kakinya hancur. Selama 3 tahun penyembuhan, Supirman tidak bekerja.
        
Untuk menyambung hidup, istri Supirman Ernita yang bekerja. Ernita bekerja serabutan. Kadang membantu pekerjaan tetangga mengurus rumah tetangga. Kadang pula Ernita bekerja sebagai petani di sawah orang lain.
      
"Selama saya penyembuhan sakit patang tulang, istri yang bekerja. Dengan bekas patah tulang, sulit untuk bekerja yang berat-berat," ujarnya.
        
Baginya, pertemuan dengan sang "Kapolri Desa" pada awal April 2018, begitu berarti. Supirman berkisah, pertemuan singkat dengan Syafril Efendi, kala ia mengurus Surat Keterangan Kurang Mampu (SKTM) di Kantor Desa Bato.
      
Kala itu, Syafril Efendi sempat menanyakan latar belakang dan kondisi keluarga Supirman. Usai berkisah, sang polisi merespon. Syafril Efendi mendatangi kediamannya.
       
"Saat kami mengurus SKTM, bertemu dengan pak babin (nama panggilan Bripka Syafril Efendi). Beliua tanya tentang kondisi saya dan keluarga. Esok hari setelah ketemu, dia datang ke rumah," imbuh Supirman.
         
Beberapa ia kali dibantu dalam bentuk uang oleh sang polisi. Namun ia kaget, saat Bripka Syafril Efendi didampingi keluarga datang. Syafril mengantarkan sepeda motor gerobak sandwich ke rumah Supirman. Kini, kendaraan itu ia gunakan untuk berjualan sandwich bakar. Selain sepeda motor gerobak, Supirman juga dibantu modal untuk membeli bahan baku sandwich, seperti roti, mentega, telur dan bahan lain.
      
Kini, omset minimal Rp500 ribu bisa Supirman peroleh setiap harinya. Jika sedang ramai, ia bisa membawa uang Rp700 ribu. Setelah berjualan sandwich bakar menggunakan sepeda motor gerobak, istrinya tidak lagi bekerja.
      
"Saya mulai jualan dua hari setelah lebaran. Alhamdulillah penghasilannya mencukupi kebutuhan 6 orang anak saya. Kini, istri saya cukup fokus mengasuh anak-anak di rumah," kata dia.
      
Supirman menyebut jika pertemuan dirinya dengan Bripkan Syafril Efendi telah diatur Allah. Setelah sembuh dengan kondisi kaki tidak sempurna sulit untuknya bekerja. Bantuan gerobak motor sandwich sangat membantu.
       

Tidak sampai disitu, lebaran lalu Bripka Syafril Efendi sempatkan mengunjungi keluarga Supirman. Tidak banyak harapan dari Supirman. Setelah menerima bantuan gerobak motor, ia berharap bisa menafkahi keluargnya. Begitu pula untuk Bripka Syafril, Supirman berharap sang polisi selalu diberikan kesehatan, kemudahan urusan, pekerjaan dan karir. 
       
"Terharu kami pak, pak Il datang dan keluarga silaturahmi dengan kami," tutupnya.
       
Bagi Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman, Bripka Syafril Efendi, bantuan yang disalurkan kepada Supirman datang tiba-tiba. Ia terenyuh melihat kondisi Supirman dan keluarga. Setelah mendengar kisah Supirman ia bertamu, sekedar memastikan jika cerita yang ia dengar benar adanya. Pilu, itulah yang ia rasakan saat datang ke rumah Supirman.
        
"Setelah melihat langsung kondisi pak Supirman, saya terenyuh. Sejak itu, saya berfikir bagaimana untuk membantunya," sebut Syafril.
       
Awal-awal tiap berkunjung ke rumah Supirman, ia titipkan sejumlah uang. Namun, setelah konsultasi dengan pimpinan, solusi diberikan. Ide bantuan gerobak motor sandwich berawal dari dorongan Kapolsek.

"Memberi pancing lebih bermanfaat dari pada hanya memberi ikan. Makanya muncul ide membuatkan gerobak jualan ini. Dengan gerobak dan isinya, pak Supirman bisa berjualan untuk menafkahi keluarganya," sebutnya.
       
Menurutnya, gerobak tersebut bukan murni dari dirinya sendiri. Banyak pihak yang ikut membantu, mulai dari keluarga hingga pemiliki bengkel tempat ia membeli sepeda motor.
      
Bagi Syafril, pertemuan dengan Supirman memberikan nilai positif. Kegigihan Supirman untuk sembuh dan bekerja, menanamkan sikap kegigihan padanya.
      
"Sepeda motor itu saya beli dari tukang bengkel langganan. Awalnya dia jual motor Rp5 juta. Namun setelah saya ceritakan peruntukan sepeda motor untuk keluarga Pak Supirman, dia memberikan potongan harga. Dia ikut membantu keluarga Supirman," kenangnya. (Nanda)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.