Padang |   Harga telur ayam di berbagai pasar tradisional di Tanah Air terus meningkat melampaui harga acuan pemerintah. Tren tersebut terjadi selepas Idul Fitri 1439 Hijri yah/2018 M. 

Keterbatasan stok hingga harga pakan yang mahal dituding menjadi penyebab di balik fenomena tersebut.

Di Jakarta, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga telur ayam rata-rata mencapai Rp 28.650 per kilogram (kg). Harga itu di atas harga acuan di level konsumen, Rp 22 ribu per kg.

Sementara itu, harga telur ayam ras di Pasar Raya, Kota Padang, meroket hingga mencapai Rp 46.000 per rak, jika dikalkulasikan per butir, harga telor ayam sekitar Rp 1.500, kenaikan ini terjadi sejak seminggu terakhir.

"Dalam minggu ini harga telor ayam sudah mencapai Rp 45.000 hingga Rp 46.000 per rak, sebelumnya harga telur berkisar antara Rp 39.000 hingga Rp 40.000 per rak," ujar Putra, salah seorang pedang telor ayam di Pasar Raya Padang, Kamis (12/7/2018) seperti yang dilansir covesia.com.

Kata Putra, sejak seminggu terakhir jumlah pembeli berkurang, "Banyak masyarakat yang menjerit mendengar harga saat ini, kalau dilihat harga telur ayam kampung di Padang Rp 55.000 per rak lebih mahal dari telor ayam ras, namun peminatnya tidak sebanyak telor ayam ras," ujar Putra.
Pemantauan  di Pasar Raya, harga ayam ras mencapai Rp 30.000 per Kg, yang sebelumnya harga ayam ras sekitar Rp 26.000 ditingkat penjual.

Terkait kenaikan harga ayam ras, seorang pedagang telur , Ajo mengaku bahwa pihak perusahaan menyebutkan stok ayam ras berkurang di Sumbar, "Saya tidak tau pasti penyebabnya apakah betul stok ayam berkurang atau tidak," ujarnya.

Imbas kenaikan harga telur ini sangat dirasakan oleh kedai yang biasa menyajikan Teh Talua. Setelah sebelumnya merasakan efek dari kenaikan harga gula, kini dihadapkan pada kenaikan harga telur. 

Karena tidak ingin mengecewakan pelanggan, kedai-kedai teh Talua ini pun tetap menyajikan sambil menunggu  adanya solusi dari pemerintah untuk mengendalikan harga telur ini.

" Basaba se Wak , sambia menunggu solusi dari pemerintah , kalau indak juga turun tu tapaso naik an harago stek, " ungkap Mak Kani , pemilik kedai Teh Talua.

Penjelasan Menteri Perdagangan
Seperti yang dilansir oleh Republika,  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai pemicu lonjakan harga telur ayam. Sebab, bahan baku untuk pakan ayam ras merupakan komoditas impor. 

"Harga pakan naik karena dolar AS," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu. Mendag pun berencana menemui pengusaha pakan ternak untuk bersama-sama mencari solusi atas kondisi tersebut. ( bd )



Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.