Pasbar,Sumbardetik.com Petani sawit di kabupaten Pasaman Barat menjerit. Pasalnya harga sawit saat ini hanya dihargai Rp 700 per kilogramnya. Hal ini hendaknya sudah menjadi perhatian besar bagi Bupati Pasbar dalam hal ini khususnya Dinas Perkebunan (Disbun) Pasaman Barat.

Oleh karena itu Disbun di minta untuk mensurvei langsung ke lapangan dengan mendatangi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Pasbar.

Harapan Petani pekebun Kelapa Sawit adalah agar pihak Pemerintah dapat menetralisir harga dengan mempertanyakan langsung apa permasalahan sebenarnya sehingga harga TBS sawit bisa anjlok sampai Rp 700 per kilonya.

Anjloknya harga TBS sawit tersebut tentunya sangat merugikan petani. Sebab petani sawit rata-rata menggantungkan kebutuhan keluarganya dari hasil kebun sawit.

Ketika hal ini dikonfirmasi,ke Kadisbun, E.Noven, ia membenarkan jika saat ini harga sawit turun menjadi Rp 700 per kilo.

“Sawit ini komoditi ekspor dan tergantung harga luar negeri. Sekarang harga sawit lagi turun,” ujarnya.

Terkait hal tersebut pihaknya sudah berusaha mengkonfirmasi semua pihak yang terkait.

Menurutnya dalam waktu dekat terkait murahnya harga sawit saat ini, ia akan koordinasi dengan semua pihak untuk bertindak dan akan berusaha meninjau perusahaan sawit  (PKS) yang ada di Kabupaten Pasbar.

Sebab diakuinya memang dari bulan ke bulan harga sawit cenderung turun, dan Noven khawatir dampaknya akan sangat mempengaruhi pekebun sawit.

“Kita akan koordinasikan dengan pihak yang terkait seperti APKASINDO dan KUD maupun Keltan dan bila perlu kita agendakan untuk datangi perusahaan mencari solusi membahas langsung bersama perusahaan sawit (PKS) Agar harga TBS sawit Petani di Pasbar kembali normal paling tidak sekitaran Rp 1300 – 1400 perkilonya,” ungkapnya, Selasa (3/7).

Menurutnya,ia khawatir apabila harga sawit terjun bebas seperti ini petani sawit akan berahli fungsi dan mungkin bisa saja lahan mereka di tanami jagung atau pohon karet dan tanaman yang menghasilkan lainnya.

Kadisbun berharap kepada para petani sawit untuk menahan diri dan bersabar  menghadapi situasi anjloknya harga sawit saat ini. Pasalnya pemerintah kabupaten melalui Disbun akan terus berusaha mencari solusi agar harga sawit kembali normal seperti sediakala.. (zoelnasti)


Sumber: sumbardetik.com


DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.