Bukittinggi, Editor.- Sejumlah pengusaha konveksi di Bukittinggi dan Kabupaten Agam terancam gulung tikar karena harga bahan tekstil melonjak hampir 50 persen dan sulit didapat.

Aak salah satu dari puluhan pengusaha konveksi di Luhak Agam mengatakan, semua bahan tekstil akhi akhir menunjukkan grafik
kenaikan yang signifikan dari 15 sampai 50 persen, yang mencolok naiknya adalah bahan kaus untuk pakaian olahraga anak sekolah dan batik serta jenis lainnya untuk pakaian anak sekolah. Seperti batik, sebelum kenaikan harganya hanya Rp 18.000 satu yard, sekarang sudah 28.000 satu yard nya.

Dulu kita bisa mendapatkan bahan dengan membuka bilyed giro selama tiga bulan dengan nilai ratusan juta, sekarang tidak bisa lagi, harus dibayar tunai.

“Bahan tekstil bisa di dapat berapa uang yang ada di kantong,” jelas Aak.
Pihak grosir bahan catuk tidak mau lagi menerima pembayaran dengan bilyed giro dua sampai tiga bulan,mereka meminta dibayar tunai,ada uang ada bahan tekstil yang dibutuhkan dan sebagian bahan tekstil yang dibutuhkan pihak konveksi hilang di pasaran, tambah Aak.

Penyebab melonjaknta harga tekstil itu menurut Aak tidak terlepas dari melonjaknya harga dolar dan adanya beberapa pabrik tekstil yang disegel. Harga tekstil di Indonesia sudah dipermainkan oleh pihak luar,ungkap Aak. ** Yus

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.