Padang, Editor.- Keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang tidak akan berarti, jika makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak aman dari cemaran kimia maupun mikroba.

Hal di sampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada pembukaan acara Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat, Padang Rabu ( 25/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM Republik Indonesia, Bupati/Walikota se Sumatera Barat; Rektor Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumbar, Kepala Dinas Pangan selaku Sekretaris DKP Provinsi Sumatera Barat; Kepala Dinas/Badan/Instansi selaku anggota Dewan Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumatera Barat.

Gubernur Irwan Prayitno mengungkapkan rasa prihatin dan sedih, dari jumlah produk pangan yang diperiksa, masih ditemukan pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Baik pangan segar maupun olahan.

Pada produk pangan segar ditemui bahan berbahaya seperti residu pestisida, formalin, pewarna dan sebagainya. Pada produk pangan olahan ditemui bahan kimia berbahaya dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang melebihi batas penggunaan. Disamping itu ditemui pangan yang kadaluarsa, pangan yang tidak memenuhi standar mutu dan komposisi serta makanan impor yang tidak sesuai persyaratan. Akhir-akhir ini ditemui cacing pada ikan kaleng dan penggunaan pestisida (insektisida) pada pengolahan ikan kering, ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno menambahkan, dari 4000 industri rumah tangga pangan, 60% tidak memenuhi syarat Hygiene dan Sanitasi sehingga terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Disamping itu ditemui beredarnya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks pada kerupuk dan bakso, serta pewarna tekstil pada cendol delima.

“Hal itu yang membuat kita mesti memberita u anak-anak kita, pangan jajanan anak sekolah tidak bisa dijamin keamanannya karena dijual oleh pedagang keliling. karena hampir 80% sekolah, terutama SD tidak memiliki kantin sekolah,” kata Irwan Prayutno.

Menurut gubernur, pada tahun 2017 dari pengujian 427 sampel sayur dan buah ditemui 75 sampel mengandung residu pestisida (17,56 %), dari 327 sampel ikan ditemui formalin 121 sampel (37%). Dan pada tahun 2018 dari 40 sampel jajanan anak sekolah ditemui siklamat melebihi ambang batas sebanyak 33 sampel (82,50%).

“Kita menyadari masih kurangnya tanggungjawab dan kesadaran produsen dan distributor terhadap keamanan pangan tampak dari penerapan Good Agricultural Practice (GAP) dan teknologi produksi berwawasan lingkungan yang belum sepenuhnya oleh produsen primer, penerapan Good Handling Pratice (GHP) dan Good Manufacturing Pratice (GMP) serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang masih jauh dari standar oleh produsen/pengolah makanan berskala kecil dan rumahtangga,” papar Irwan Prayitno.

Lebih lanju dikatakan, untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan perlu sinergi, kolaborasi,koordinasi instansi terkait secara terpadu antara instansi Vertikal (BPOM, Karantina Pertanian, Karantina Ikan, Balai Veteriner, Kepolisian Daerah)dan Dinas/ OPD terkait di Propinsi dan Kabupaten/kota ( Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindag, Dinas Pertanian Hortikultur dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Satpol PP).

Gubernur Irwan Prayitno menegaskan kita perlu menyikapi hal tersebut diatas dengan upaya upaya antara lain, adanya payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati/Walikota yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pangan yang dapat merusak kesehatan agar pemerintah Provinsi, kabupaten/kota melaksanakan pembinaan dan pengawasan pangan dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan dimaksud.

“Adanya pengawasan yang bersifat rutin terhadap peredaran barang terlarang sebagai BTP (Bahan Tambahan Pangan) seperti Formalin, Boraks dan sejenisnya,” ujar Irwan Prayitno. ** Zardi/Hms

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.