Padang Panjang, Editor – Suasana bersyukur dan suka-cita terlihat mewarnai Perguruan Thawalib Padang Panjang, Minggu (8/7) lalu. Sebab, selain masih di suasana peringatan HUT ke-107 tahun perguruan itu, juga karena kedatangan Fachri Hamzah, Wakil Ketua DPR-RI dengan informasi segar sehari sebelumnya, Sabtu (7/7).

Kecuali itu, kuota siswa baru tahun ajaran 2018/2019  Thawalib Padang Panjang  pada tingkat Thawalib (MTs) dan KUI (MA) sudah mendekati penuh. Padahal, tadinya sempat kekurangan murid, akibat kisruh di internal. Beda dengan tingkat MI (SD), TK dan PAUD nya, yang selalu sesak oleh pelamar, sehingga penerimaan di atas kuota.

“Alhamdulillah, seperti Saudara lihat, murid kembali ramai mendaftar masuk KUI (MA) dan Thawalib (MTs) Perguruan Thawalib Padang Panjang ”, sebut Ketua Umum Yayayaan yang baru Perguruan Thawalib Padang Panjang, H.Yan Hiksas,SE,Dt.Tan Ali kepada pers di pesantren itu, Minggu (8/7) lalu.

Yang juga mengembirakan, kata Yan Hiksas, alumni yang juga pengusaha nasional itu didampingi Sekretaris Umum Yayasan, Said Amin dan Kabag Umum Perguruan, Safri Firdaus, mereka itu selain datang dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat, juga terdapat dari provinsi lain di Sumatera, dan luar Sumatera.

Sementara terkait kedatangan Wakil Ketua DPR-RI, Fachri Hamzah, tokoh ini terlihat disambut hangat. Terlebih setelah mendengar pidatonya yang mengetahui jauh profil Thawalib Padang Panjang, dan pengaruhnya di tanah air sampai Asia Tenggara. Perguruan ini bisa dibilang sebagai ibu dari pembaharu pemikiran Islam di tanah air, katanya.

Produk Thawalib juga berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebab dari perguruan ini tidak saja melahirkan banyak ulama dan muballiq yang menyebar di tanah air. Diantara mereka juga tampil sebagai tokoh nasional, mengisi berbagai posisi di pemerintahan, legislatif, yudikatif dan angkatan, di samping akademisi dan guru.

Karena itu, menanggapi proposal permintaan bantuan dari pengurus Thawalib Padang Panjang senilai Rp 25 milyar untuk program revitalisasi (pembangunan baru) kampus itu, Fachri menilainya sebab angka relatif kecil. Itu jika dilihat ke peran besar perguran ini untuk pendidikan di tanah air. “Insya Allah, saya akan perjuangkan ini di pusat,” katanya.

Sambutan pengantar Ketum Yayasan Thawalib Padang Panjang, Yan Hiksas dan Ketua Pembina Yayasan, Guspardi Gaus sebelumnya menyebut pengurus akan membangun baru (revitalisasi) kampus perguruan itu. Sebab, sebagian besar gedung-gedung yang ada kini sudah tua, kurang kondusif lagi untuk ke depan. ** Berliano Jeyhan/Yetti Harni

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.