Bukittinggi - Diduga tak bisa mengendalikan laju motor akibat jalanan bekas galian pipa PDAM tidak rata. Pengendara motor tewas terlindas truk molen di Jalan Raya Bukittinggi - Padang, persis di seberang RM Simpang Raya Jambu Aia, Senin (2/7) kejadian sekitar pukul 11.30 WIB.

Kasatlantas Polres Bukittinggi AKP. Sukur Hendri Saputra. SIK mengatakan, korban berasal dari Padang bernama Rudi Saputra (37), mengendarai sepeda motor Suzuki Smash dengan nopol BA 3235 LM. Insiden maut tersebut diduga terjadi setelah Rudi gagal menguasai kendaraannya sehingga masuk ke roda truk molen dengan nopol BA 8474 ZU di lokasi kejadian.

Kasat Lantas menambahkan, sepanjang jalur kota Bukittinggi saat ini masih rawan bagi pengguna sepeda motor. Karena banyak galian PDAM yang masih terbengkalai. 

"Ada yang sudah tertutup tapi pengaspalannya tidak rata dengan aspal sebelumnya. Hal ini akan menambah resiko penyebab kecelakaan saat arus macet. Karena sepeda motor pasti akan mengambil jalur kiri dari arah Padang panjang untuk menghindari kemacetan," jelas AKP Sukur.

Terpantau dilapangan bagian sisi jalan baru, aspal bekas galian pipa PDAM tidak sama rata dengan aspal sebelumnya sehingga membuat pengandara sepeda motor oleng dijalan lurus tersebut.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Ipda Efendi, menambahkan, kedua kendaraan ini melaju searah dari Bukittinggi menuju Padang. Di lokasi kejadian saat itu sedang padat kendaraan sehingga membuat pengendara roda dua ini mengambil rute kiri untuk menyalip truk, sayangnya dia slip dan masuk ke roda truk.

"Slipnya kendaraan kemungkinan besar akibat rute di kiri jalan yang rusak akibat bekas galian meski korban berkendara tidak dalam kecepatan tinggi. Saat hendak naik ke aspal itulah dia slip," pungkas Effendi.

Saat ini, anggota Satlantas Bukittinggi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus laka tersebut. Sementara barang bukti dua kendaraan sepeda motor dan truck molen sudah diamankan di Unit Laka lantas Polres Bukittinggi. (dyko)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.