PADANG |  Imunisasi serentak akan dilaksanakan di Sumbar pada Agustus dan September nanti. Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan Sumbar menargetkan 1,5 juta anak mendapat Imunisasi campak dan rubella (MR) dari program tersebut.

"Target capaian kami 95 persen di Sumbar," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday saat sosialisasi program nasional kampanye imunisasi campak dan rubela bersama United Nations Children's Fund (Unicef) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Rabu, 11 Juli 2018.

Tantangan program ini dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, ada beberapa daerah yang sulit dijangkau terutama di Kabupaten yang saat ini menyandang status tertinggal yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Untuk memastikan anak di daerah-daerah pelosok tersebut mendapatkan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi bekerja sama dengan kabapaten dan kota untuk memberikan perlakuan khusus.

Petugas kesehatan akan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah . Jika hari ini contohnya mereka belum tervaksini secara merata besok ulang lagi.
Menurut Merry dampak dari campak dan rubella harus segera dicegah. Jika tidak mereka yang tidak mendapatkan Imunisasi akan menjadi menyebar virus dikemudian hari.

"Sekarang tidak hanya campak saja, Rubela juga sudah mulai menyebar, namun kita belum punya data pasti. Untuk pencegahan kita lakukan Imunisasi MR," jelas Merry seperti yang dilansir klik positif.com.

Kemudian untuk Mentawai bisa dilakukan dengan metode mendatangi rumah adat sebagai tempat berkumpulnya warga Mentawai. "Strategi ini akan kita bicarakan dengan kepala daerahnya," katanya.

Khusus untuk daerah yang sulit dijangkau, pengiriman vaksin akan diprioritaskan dari daerah lain. "Tanggal 19 sampai 22 ini kita akan bicara teknisnya," tuturnya.

Perwakilan Unicef, Ari Rukmantara, menyebutkan untuk mencapai target imunisasi secara  merata bisa dilakukan dengan metode sweping, Door-to-door. 
Jadwalny bisa dilakukan di September.

"Khusus untuk daerah pelosok harus kerja ekstra keras, lintas OPD harus jalan tidak hanya tanggung jawab Dinkes saja," ujarnya.

Jika Imunisasi tidak merata juga akan berdampak buruk nantinya. Apalagi dengan kebudayaan masyarakat Sumbar yang suka melakukan perjalanan atau merantau.

"Takutnya jika tidak merata yang tidak dapat Imunisasi nanti melakukan perjalanan secara otomatis mereka akan menyebarkan virus. Ditambah lagi Sumbar daerah pariwisata terjadi pergerakan manusia dalam skala besar," kata Ari.

Namun, jika Sumbar bisa mencapai target akan menjadi prestasi yang luar biasa dan layak dijadikan percontohan dalam program Imunisasi.
Sumber: klikpositif.com


Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.