Ketua tim kampanye Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, Mulyadi
Pariaman ----- Ketua tim kampanye pasangan nomor urut 3 Genius Umar dan Mardison Mahyuddin disingkat GEMA, Mulyadi, menilai pemilih Kota Pariaman sangat dewasa dalam menyikapi isu negatif selama kampanye Pilwako Pariaman berlangsung.

Hal itu, kata dia, terlihat dari tidak begitu berpengaruhnya isu dan kampanye hitam yang dihembuskan berbagai pihak terhadap elektabilias GEMA.
        
Bahkan, bagi pemilih baik secara kelompok atau perseorangan, malah mengklarifikasi kebenaran konten kampanye negatif kepada tim kampanye.
       
"Isu negatif yang disebar dalam masa kampanye ini tidak begitu berpengaruh. Meskipun ada, persentasenya sedikit. Masyarakat tidak langsung menerima informasi yang tersebar. Banyak pemilih yang menghubungi tim kampanye untuk mengklarifikasi kebenaran isu atau kampanye hitam tersebut. Ibarat pepatah minang, "kok manih indak lansung dilulua, kok paik indak lansuang bamuntahan,"" ujar Mulyadi di Pariaman, Kamis (14/6) sore.
        
Ketua DPC PPP Kota Pariaman ini mengakui jika paslon Wako dan Wawako Pariaman, Genius Umar dan Mardison Mahyuddin ikut menjadi korban kampanye negatif. Beberapa isu malah langsung menyerang pada pribadi paslon. Tidak hanya itu, partai politik pengusung ikut menjadi korban kampanye negatif itu.
        
"Tidak hanya paslon saya yang diserang. Parpol pengusungpun ikut jadi sasaran kampanye negatif. Isu yang disebar hanyalah informasi bohong. Bukan mengkritik program, namun menfitnah pribadi paslon," ulasnya. 
        
Ia mengatakan, selain mensosialisasikan profil dan program paslon Genius Umar-Mardison Mahyuddin, timnya juga langsung mengklarifikasi isu negatif yang ditemukan di lapangan.
      
"Kami langsung klarifikasi. Kadang saat kegiatan tatap muka dengan komunitas masyarakat, ada yang menanyakan soal isi itu, kami langsung klarifikasi," kata Mulyadi.
       
Diakuinya, selain di lapangan, paslon Genius Umar dan Mardison Mahyuddin juga diserang kampanye tidak sehat di media sosial.
      
"Akun media sosial resmi Genius Umar-Mardison Mahyuddin, namanya Pengg3mar. Tim tersebut yang beroperasi selama 24 jam mensosialisasikan paslon di media sosial. Kadang, isu negatif di media sosial juga dicounter oleh tim," pungkasnya.
     
Pemungutan dan penghitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 tinggal menghitung hari. Kurang dua pekan, walikota dan wakil walikota Pariaman baru, akan dipilih oleh warga Kota Pariaman pada 27 Juni nanti. (Nanda)


Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.