Padang -- Berbahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi sebuah kewajiban untuk anak-anak generasi penerus bangsa saat ini. Banyak yang dapat berbicara, namun masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Begitu halnya dengan menjadi Duta Bahasa bukan berarti harus selalu menggunakan Bahasa Indonesia setiap saat. Menjadi Duta Bahasa juga tidak harus berbahasa Indonesia yang baku. Esensi menjadi Duta Bahasa adalah memiliki kepekaan dan peduli terhadap ancaman mulai memudarnya mengutamakan Bahasa Indonesia dan tidak melestarikan Bahasa daerahnya saat ini.

Anak muda sekarang sangat mudah terpengaruh dan ikut-ikutan dalam penggunaan Bahasa asing di media sosial. 

Hal ini dikemukakan oleh Duta Bahasa 2011, Oki, saat berkunjung ke Balai Bahasa Sumbar yang pada waktu itu tengah mengadakan pertemuan Teknis mancakrida Bersama 10 pasang finalis yang lolos untuk berjuang ke grand final pada tanggal 12 Mei 2018 nanti.

Banyak yang terkesan menyepelekan Bahasa Indonesia, begitu juga Bahasa Daerah mereka.

Ketua panitia penyelenggara Duta Bahasa Sumatra Barat 2018, sekaligus Pembina dalam ajang pemilihan duta Bahasa, Wahyudi mengatakan, tanggung jawab duta Bahasa adalah mempopulerkan kembali penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan pemuda.

“Kami sebagai teknisi Balai Bahasa tidak bisa terjun langsung dengan para generasi muda, yang bisa kami lakukan adalah memberikan penyuluhan pada masyarakat. Untuk itu, peran mereka sebagai Duta Bahasa adalah untuk menyebarluaskan ilmu yang telah mereka peroleh tentang Bahasa ke lingkungan sebaya serta keluarga mereka,” singkatnya.

“Melalui ajang pemilihan Duta Bahasa Sumatra Barat ini, kami ingin memberikan kesadaran pada generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa bahwa alat pemersatu bangsa yang dimiliki bangsa adalah Bahasa, sehingga semangat mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan Bahasa daerah dan menguasai Bahasa asing semakin menggelora di masyarakat,” jelas Wahyudi .


Tidak seperti pada ajang pemilihan lainnya yang terkesan mewah, pemilihan Duta Bahasa lebih sederhana. Tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Semenjak dimulainya ajang pemilihan Duta Bahasa  Sumatra Barat tahun 2007. Ke- 10 pasang finalis Duta Bahasa Sumatra Barat selama masa karantina yang di mulai pada tanggal 5 sampai 11 Mei 2018, bisa terjun langsung dan melakukan aksi nyata di tengah-tengah masyarakat. 

Karantina yang terpikirkan oleh kita selama ini bukan hanya mendapatkan pelatihan-pelatihan di dalam ruangan saja , namun kali ini mereka para finalis terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Selama mengikuti karantina, para peserta dibekali dengan materi kebahasaan dan perkembangan terakhir mengenai Bahasa di Indonesia.

Memberikan motivasi dan mengajak masyarakat peduli literasi dan pentingnya tahu apa itu literasi, masuk dalam salah satu agenda masa karantina finalis duta Bahasa. Pada hari ke-2 masa karantina, para finalis duta Bahasa mengunjungi SD tirtinadi yang berlokasi di kelurahan Batang Arau, kecamatan Padang Selatan kunjungan literasi ini bukan hanya sekedar mewakafkan buku kepada taman-taman bacaan masyarakat saja.

Namun para finalis beserta panita juga menghibur anak-anak di kampung literasi yang berlokasi di dekat jembatan siti nurbaya dengan menampilkal dongeng dan beberapa bakat lainnya yang pada saat itu berhasil menghipnotis masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kunjungan Literasi itu.

Kunjungan literasi itu bertujuan agar masyarakat menyadari pentingnya pengetahuan literasi untuk masa depan anak-anak mereka. Literasi yang diterapkan bukan hanya sekedar baca-tulis saja , namun masyarakat mampu mengembangkan yang tersirat dan tersurat. dengan literasi masyarakat tahu bagaimana menciptakan kerja-kerja kreatif , sehingga masyarakat mampu menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya, seperti : pengangguran, kemiskinan, dan kriminalitas yang dapat terselesaikan sesuai harapan. Itulah kerja literasi sebenarnya, bagaimana kita memelekkan yang belum melek, mencerdaskan yang belum cerdas di tengah-tengah masyarakat.

“Tidak seperti ajang pemilihan duta-duta lain, pemenang ajang Duta Bahasa akan membuat program kerja selama dia bertugas sebagai Duta Bahasa. Jika di ajang-ajang yang lain, duta-duta tersebut akan menjalankan program atau agenda kegiatan yang sudah diprogramkan oleh instansi dimana duta itu bernaung,” hal ini disampaikan oleh Ibuk Putri Asmarini sebagai penyuluh di Balai Bahasa Sumatra Barat. ( Maharani Putri)



Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.