Kabar Nagari, Padang - Jajaran Polres Padang Pariaman berhasil menangkap tiga pelaku sindikat pencurian ternak (curnak), Sabtu (12/5) sekitar pukul 04.00 WIB. Penangkapan tersangka berlangsung dramatis. Sempat terjadi kejar-kejaran bak film laga. Ketiganya berhenti setelah mobil yang mereka bawa mengalami kecelakaan.

Tak hanya itu, tersangka terpaksa dihadiahi timah panas karena masih berusaha melarikan diri.
Kasatreskrim Padang Pariaman Iptu. Fetrizal, di lokasi kejadian mengatakan, ketiga tersangka diciduk saat melakukan aksinya di daerah Sicicin Padang Pariaman Sabtu (12/5) dini hari.Ketiganya adalah Son Kabau (46), Can Baro (46), Joni Iskandar (42).

"Anggota kami berhasil menangkap secara paksa setelah melakukan kejar-kejaran dari Lubuk Alung sampai ke simpang Anak Aia Padang Baypas. Tim yang sudah mengggu (by pass anak aia) melakukan penghadangan, pelaku berusaha menghindar lalu menabrak media jalan. Mobilnya ringsek, pelaku pun masih berusaha kabur. Diketahui sindikat tersebut merupakan pemain lama rombong yang dari Don Kabau (46)," ujar Fetrizal.

Dijelaskan, kronologisnya berawal dari laporan seorang warga pada hari Sabtu, pukul 04.30 WIB saat pelapor dibangunkan oleh anaknya Aiti Latifa dan Siti Aisyah yang mengatakan ada mobil pikap parkir di depan rumah. Pelapor langsung bangun dan melihat ternyata memang benar.

Sewaktu pelapor berpapasan dengan mobil tersebut, pengemudinya atau sopir langsung melarikan diri. Karena merasa curiga, kemudian pelapor langsung memeriksa kandang sapinya dan ternyata benar, di sana didapati sebuah karung yang berisi potongan badan sapi serta banyak darah.

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim jajaran Reskrim Padang Pariaman bersama tim gabungan dari Polsek Batang Anai melakukan pengejaran terhadap sindikat Curnak di wiliyah hukum Polres Padang Pariaman.

"Kami berhasil mengumpulkan barang bukti (bb) berupa satu unit mobil grandmax jenis pikap,  dua ekor sapi yang sudah disembelih, dan sejumlah senjata tajam jenis parang, dan racun putas yang digunakan pelaku," tambah Fetrizal.

Ia menambahkan, timnga akan melakukan pengembangan kasus itu.Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp. 35.000.000,- (tiga puluh lima juta rupiah)."Kami akan melakukan pengembangn terhadap komplatan spesialis pencuri ternak," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Batang Anai Setria yang juga ikut dalam penangkapan tersebut menjalaskan pelaku dengan inisia Son Kabau merupakan pemain lama yang baru keluar dari penjara sebulan yang lampau."SK merupakan Residivis spesial Curnak yang sering beroperasi di Padang dan Pariaman," tambahnya. (h/rul)



Sumber : Harianhaluan.com


Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.