Polisi hadiahi timah panas salah satu komplotan pencuri ternak yang kerap beraksi di Padangpariaman
Batanganai ----- Tiga residivis komplotan spesialis pencurian ternak yang kerap beraksi di Kabupaten Padangpariaman akhirnya diringkus tim opsional Satreskrim Polres Padangpariaman, Sabtu (12/5) pagi.
            
Penangkapan ketiga pelaku yakni E alis SK, JB dan satu pelaku lainnya berlangsung dramatis. Ketiganya ditangkap setelah sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan komplotan.
            
Setelah kepergok oleh pemilik ternak saat beraksi di daerah Korong Sarang Gagak Nagari Pakandangan, Enam Lingkung sekitar pukul 05.00 WIB pelaku yang kaget langsung melarikan diri.

"Bersamaan dengan itu, tim opsional Polres langsung melakukan pengejaran," terang Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Fetrizal melalui sambungan teleponnya.
             
Ia menuturkan, kejar-kerajan berlangsung sejak dari TKP pencurian hingga ke perlintasan jalur kereta api di Nagari Kasai, Batang Anai. Aparat yang berhasil mendahului laju mobil pick up jenis Daihatsu Grand Max yang digunakan komplotan pelaku. Pelaku sempat dihadang. Beberapa tembakan dilepaskan aparat ke arah pelaku, namun belum mengenai sasaran.      
            
Tim opsional yang dipimpin langsung Iptu Fetrizal itu, berkoordinasi dengan petugas patroli Satlantas di kawasan Fly Over Bandara Minangkabau guna membantu pengejaran.
            
Aksi kejar-kejaran berlanjut. Setiba di kawasan Anak Air Kota Padang, mobil patroli Satlantas berhasil menyalip dan memepet kendaraan pelaku. Upaya tersebut pun berhasil. Mobil pick up komplotan hilang kendali. Kendaraan yang digunakan pelaku terbalik setelah menabrak pembatas jalan jalur dua By Pass.
        
Bukannya berhenti, ketiga pelaku masih mencoba melarikan diri. Meski dalam kondisi terluka usai mobil yang digunakan terbalik, pelaku masih berupaya merangkak keluar mobil. Satu orang pelaku yang mencoba kabur, terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas polisi. Hingga berita ini diturunkan, 3 orang pelaku masih mengalami perawatan intensif di RS Bhayangkara Padang.
         
"Satu pelaku terpaksa kita lumpuhkan dengan senjata api karena mencoba melarikan diri. Sedangkan dua orang lain terluka saat kendaraannya terbalik. Dari kendaraan pelaku, kita temukan 1 ekor ternak yang sudah dipotong-potong. Sisanya ditinggal di TKP," pungkasnya. (Nanda)


Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.