Kabar Nagari, Padang - Selama Operasi Patuh Singgalang 2018 yang dimulai 26 April hingga 9 Mei 2018, Satlantas Polresta Padang telah  melakukan penindakan  sebanyak 2.750, bahkan  jumlah tersebut sudah melampai target sekitar  2.560 penindakan.

Dalam operasi Patuh Singgalang 2018, terlihat hari terakhir kemaren (9/5) Satlantas Polresta Padang yang dibantu oleh Dinas Perhubungan Kota Padang melakukam razia di sepanjang Jalan Samudera atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Padang.

Disana Satlantas Polresta Padang yang di pimpin oleh kasubnit Brigade Motor (BM) Satlantas Polresta Padang Ipda Zainal Arifin memberhentikan semua kendaraan yang lewat disana, termasuk mobil Bus Dinas Pariwisata yang kebanyakan KIR nya sudah mati.

Tidak itu saja, Dalam razia yang digelar tersebut banyak ditemukan pengemudi yang memakai HP ketika mengendarai. Bahkan ada juga anak dibawah umur yang sudah bisa membawa kendaraan roda empat yang tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)

Yang melanggar langsung ditilang tampa terkecuali, bahkan kendaraanya langsung dibawa ke Polresta Padang untuk didata.

Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya mengatakan kepada sejumlah wartawan yang meliput jumlah penindakan yang berhasil dilakukan selama 14 hari operasi Patuh Singgalang 2018 sebanyak 2.750 yang paling banyak pelanggaran adalah pengendara roda dua yang penumpangnya tidak memakai helem sebanyak 965, sedangkan pelanggaran yang sedikit ditilang adalah boncengan lebih dari satu orang ada 1 yang ditilang.

"Selama Operasi Patuh Singgalang 2018 Satlantas Polresta Padang, pihaknya mengklam bahwa penindakan diatas taeget itu karena kerja keras anggota Kepolisian Satlantas Polresta Padang,"ungkapnya.

Operasi ini digelar dalam rangka persiapan menghadapi Operasi Ketupat. Operasi Patuh  ini menjadi persiapan bagi polisi menghadapi Operasi Ketupat 2018. Razia lalu lintas tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia sejak 26 April hingga 9 Mei 2018.

Dengan sasaran prioritas Operasi Patuh yakninya, penindakan akan diberikan kepada pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI.

"Serta pengemudi yang berkendara dalam pengaruh narkoba atau mabuk, dan membawa kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan," ujar Kombespol Singgamata.

Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut, diharapkan operasi ini dapat menekan jumlah korban fatalitas, dan meminimalisir kemacetan lalu lintas.

"Sata berharapndengan adanya operasi patuh ini dapat menekan terjadinya pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan laka lantas dan fatalitas korban meninggal dunia dan luka berat.Target kita menurunkan jumlah laka dan fatalitas korban,"ungkap Mantan Kapolsek Kuranji tersebut.
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.