Padang, Editor.- Gairah koperasi mesti kita bangkitkan kembali sebagai soko guru ekonomi kerakyatan seperti yang digagasan oleh Bung Hatta Bapak Koperasi Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pada saat membuka Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan UKM se Sumatera Barat, Padang senin (7/5).

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi RI, Kadis Koperasi dan UKM prov.  Sumbar, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten/kota  se Sumbar,  Kepala Bappeda kab/ko se Sumbar.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit memper yakan,  kenapa koperasi yang besar-besar adanya hanya di Padang ?, lalu ada dengan koperasi di daerah kok tidak dapat bergerak lebih luas dalam mengelola ekonomi kerakyatan, ada perkebunan, perikanan, pertanian, peternakan dan industri UKM di daerah?

Saat ini dolar sudah senilai Rp.13 ribu, cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2018 tercatat USD126,00 miliar, masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2018 sebesar USD12no8,06 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Jika kondisi ini tidak didorong dengan baik olek kekuatan perekonomian rakyat akan bisa berdampak buruk juga.

 

Dan kita tahu pada saat moneter UMKM dan koperasi mampu bertahan dan eksis melindungi perekonomian daerah dan nasional.  Karena itu mengairahkan kembali,  bagaimana aktifitas koperasi ini dapat memberikan semangat pertumbuhan ekonomi daerah,  jangan hanya terpaku pada ke giatan simpan pinjaman.

Kegiatan ekonomi yang dapat berskala besar hendak juga menjadi kegiatan Koperasi agar dapat tumbuh besar. Kita minta dinas koperasi dan UKM provinsi dan kabupaten/kota turun ke masyarakat mengairahkan semangat ini,  himbau Nasrul Abit.

Kadis Koperasi daj UKM Sumbar Zirma Yusri, SE menyampaikan sejak UU No 25/1992, menunjukan data sementara jumlah koperasi simpan pinjam pola syariah  2.817 unit, koperasi yang bergetak sektor riil 2.363 unit di Sumbar

Pada tahun 2017, terlihat total koperasi 3.549 koperasi,  dengan rincian koperasi aktif sebanyak 2.744 unit dan koperasi tidak aktif sebanyak 805 unit. Koperasi terbanyak yang tidak aktif terbanyak dapat di Dhamasraya (110 unit)  dan terkecil Kota Padang (2 unit).

Sedangkan animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi paling banyak Kota Padang (193.334 orang)  dan paling sedikit Kabupaten Kepulauan Mentawai ( 4.630 orang), ungkap Zirma.

Zirma juga mengungkap,  koperasi yang memiliki aset diatas 2 miliar (381 koperasi) dan yang paling banyak itu berada di Kota Padang (107 koperasi).

Saat ini juga Usaha Mikro Kecil  Menenga (UMKM) 584.796 unit, Usaha Menengah Besar (UMB) 8.304 unit jumlah total 593.100 unit,  yang diindikasikan UMKM menjadi pilihan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan tumbuhnya wirausaha baru.

Dalam hal peningkatan modal UKM telah dilaksanakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank BNI,  BRI,  Mandiri dan Bank Nagari total platfon pinjaman Rp. 2,7 Triliun dengan realiasai Rp. 2,3 Triliun, begitu juga dengan penyaluran dana bergulir sudah mencapai Rp. 43 Milyar lebih sejak tahun 2013 sampai 2017, terang Zirma Yusri. ** Zardi/Hms

 

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.