Peserta Diklat Tata Busana Kunjungi Panti Jompo Jasa Ibu

Payakumbuh, Editor,– Untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesama, pimpinan LPK Ida Teratai Afrida bawa anak asuhnya memgunjungi Panti jompo Jasa Ibu di jorong Lakuang Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kita ,Jumat (11/5).

Anak Asuh LKP Ida Teratai merupakan peserta diklat menjahit tata busana kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan  Perindustrian Kota Payakumbuh berjumlah 50 orang.

Diklat ini telah berjalan sejak 30 April 2018 lalu dan akan berakhir Selasa 15 /5,ujar Afrida di sela sela kunjungan ke pantin jompo tersebut.

Menurut Afrida, tujuannya membawa anak asuhnya itu ke panti kompo ini, untuk meningkatkan kepekaan sosial dari anak asuhnya. Dengan melihat secara langsung kondisi kehidupan penghuni panti ini dan mengetahui kenapa penghuni panti itu sampai masuk ke panti, diharapkan akan menyentuh nurani peserta diklat ini,sehingga tidak seenaknya saja menitipkan saudara atau orang tuanya ke panti ini,jelas Afrida.

Di panti ini, rombongan peserta Diklat Tata Busana yang hadir disambut pengasuh penghuni panti, Ema. Semua rombongan kelihatan sangat terharu menyaksikan kondisi panti yang sempit untuk penghuni yang sebelumnya berjumlah 28 orang,sekarang tinggal 25 orang karena dalam minggu ini sudah 3 orang penghuni panti yang meninggal,terakhir tadi pagi meninggal satu orang penghuni panti yang berasal dari Lintau,jelas Ema kepada rombongan.

Menurut Ema banyak suka dukanta mengasuh penghuni panti itu,karena kondisi penghuni semuanta sudah lansia yang berangsur mulai pikun dan berprilaku seperti anak anak.

Mereka gampang marah dan berkelahi sesama penghuni panti. Pagi pagi bangun tidur, kami pengasuh yang berjumlah 3 orang sudah menyiapkan air panas dan memandikan seluruh penghuni memasang pempes seluruhnya.

Tidak jarang mereka seenaknya membuang pempesnya di lantai,sehingga BAB mereka yang ada dalam pempes itu berserakan dilantai, itulah yang kami bereskan setiap hari disamping memasak menyiapkan makan minum penghuni Panti ini,ujarnya.

Biaya operasional panti ini hanya mengharapkan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 2.500 per hari per peserta ditambah beras 600 kg yang diterima per semester ( 6bulan),serta sumbangan dari rombongan yang berkunjung ke panti ini, jelasnya.

Kami dari yayasan dan pengasuh berharap bantuan untuk pembangunan gedung yang representatip,karena bangun ini sifatnya pinjaman dari mesjid.Tanah untuk pembangunan gedung sudah tersedia,tambahnya ketika ditanya.

Pengakuan dari sejumlah penghuni panti yang di tanya media ini,sebagian besar mereka diantar saudara dan anak anaknya ke panti ini,dengan berbagai alasan.

Sebagian besar mereka tidak terima dititipkan di panti ini,bahkan ada yg bercucuran air matanya ingin pulang ke rumah dan ingin melaksanakan ibadah puasa bersama anak anak dan cucunya. ** Yus

i  lumbung atau meraihsuara, ujar nya. **Yus

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.