Tanah Datar - Gotong royong, sebuah kalimat yang dulu sering kita dengar diucapkan oleh masyarakat dimanapun mereka berada, di warung, masjid, mushalla, bahkan ditempat-tempat lainnya dimanapun mereka saling bertemu dan berkumpul. Walau gotong royong bukanlah sebuah kalimat asing ditelinga kita, tetapi kalimat itu sudah hampir tidak pernah kita dengarkan lagi pada saat sekarang.

Namun hal ini tidak berlaku bagi masyarakat nagari tuo Pariangan, karena mereka rutin setiap 2 minggu sekali melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar, terutama membersihkan fasilitas umum seperti jalan, selokan, surau/mushalla, masjid dan fasilitas umum lainnya. Sehingga dimanapun warga nagari tuo Pariangan bertemu dan berkumpul, tidak jarang mereka selalu membicarakan masalah kebersihan dan gotong royong.

Masyarakat nagari tuo pariangan juga tidak terkontaminasi dengan perkembangan zaman, yang mendorong masyarakatnya berlaku indifidualisme dan hanya memikirkan hidupnya sendiri tanpa menghiraukan masyarakat sekitar. Tetapi mereka masih memegang teguh rasa kebersamaan dan kegotong royongan yang memang identik dengan bangsa Indonesia sejak dulu, hal tersebut diungkapkan Wali Nagari Pariangan April Katik Saidi kepada wartawan disela-sela kesibukannya bergotong-royong.

Dikatakannya, anugerah nagari Pariangan sebagai salah satu desa terindah didunia merupakan beban berat, karena menurutnya akan banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang datang kesini namun pembenahan di nagari ini sendiri dirasa belum maksimal dan masih banyak yang harus dilakukan, karena itu dilakukan satu langkah untuk berinovasi.

"Namun kami sekarang sedang berusaha maksimal untuk melakukan pembenahan, terutama bagaimana merubah image masyarakat dalam menerima kedatangan tamu, keramah tamahan dan kebersihan lingkungan. Terutama sekali hari ini kami sangat berterimakasih kepada PKK kabupaten yang melakukan  goro bersama masyarakat. Ini juga dalam rangka mendukung desa terindah di dunia," ungkapnya.



Dikatakan, beberapa upaya lainnya juga sudah kami lakukan untuk mendukung nagari pariangan ini sebagai desa terindah didunia. Diantaranya kami telah membentuk 3 kelompok masyarakat yang semuanya bergerak dibidang kepariwisataan, seperti kelompok masyarakat sadar wisata, kelompok pencinta nagari tuo pariangan, dan komonitas nagari tuo pariangan.

Menurutnya, banyak yang menyadari bahwa nagari tuo Pariangan yang dinobatkan sebagai salah satu desa terindah didunia juga harus didukung dengan lingkungan yang bersih agar tidak mengurangi keindahannya, sehingga siapapun yang datang ke nagari tersebut akan terpesona dengan keindahan dan kebersihan serta keramahan masyarakatnya.

Sementara itu salah seorang warga nagari Pariangan Murdiati (47) juga mengatakan, kegiatan goro bersama ini rutin mereka lakukan setiap 2 minggu sekali. “Kami ingin nagari kami ini bersih dan indah, untuk itu kami selalu melakukan goro bersama. Kami juga membuat taman-taman dikiri kanan jalan, ini kami lakukan untuk menambah keindahan nagari kami,” ujarnya.

Kegiatan masyarakat nagari tuo Pariangan ini ternyata juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah kabupaten Tanah Datar, pemerintah nagari, kecamatan, terutama dari PKK kabupaten Tanah Datar. Dukungan langsung dengan melakukan gotong royong bersama masyarakat.

Ketua TP PKK kabupaten Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah, disela-sela kegiatannya bergotong royong bersama masyarakat nagari Pariangan, Selasa (15/5) mengatakan, PKK selalu siap mendukung seluruh kegiatan masyarakat. Tidak di pariangan saja, tetapi juga di nagari-nagari lainnya di wilayah kabupaten Tanah Datar.

“Khusus di nagari Pariangan ini, PKK kabupaten disamping ikut langsung bergotong royong juga memberikan bantuan lainnya berupa tanaman bunga, karena ini dianggap perlu untuk menambah keindahan nagari ini. Saat ini, kami juga sedang mengupayakan untuk membuatkan kursi panjang dari besi yang nanti akan diletakkan ditempat-tempat tertentu di pinggir jalan nagari, sehingga nanti bisa dimanfaatkan untuk bersantai ria oleh setiap wisatawan yang datang maupun masyarakat sekitar,” kata Ny. Emi.

Dia juga menghimbau kepada para kader PKK nagari dan kecamatan untuk menindaklanjuti apa yang sudah dikerjakan hari ini. “Saya mengajak para kader yang ada di setiap nagari dan jorong untuk melanjutkan kegiatan ini serta memelihara dan menjaga apa yang sudah ada agar anugerah nagari tuo Pariangan sebagai desa terindah didunia ini tidak tersia-siakan begitu saja. Kita harus bersyukur dengan apa yang telah kita dapat dengan menjaga dan memeliharanya dengan sebaik mungkin,” tambahnya.

Kita juga menyadari bahwa masih banyak masyarakat kita yang belum menyadari bahkan belum tahu, namun kita akan terus berupaya mensosialisasikannya melalui berbagai cara dan media agar mereka tahu dan tidak melakukan hal-hal yang akan mengurangi bahkan merusak keindahan nagari tuo Pariangan, terang Ny. Emi. (hp)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.