Kabar Nagari, Padang - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan, bahwa tradisi "Balimau" bukan bagian dari Syari'at Islam. Hal ini sudah berulang kali disampaikannya di media masa yang ada di Sumatera Barat bergitu juga di sosial media.

"Tradisi yang berkembang sekarang ini, tidak membawa kepada kemaslahatan apa-apa dan berkait dengan Islam sama sekali. Jadi kita sudah berulang kali menghimbau masyarakat untuk meninggalkan tradisi seperti itu," kata Buya Gusrizal Gazahar ketika dihubungi Kabarnagari.com, Rabu 16 Mei 2018, Siang.

Buya Gusrizal Gazahar juga menyampaikan, masyarakat agar bisa fokus  menyambut Ramadan dengan memperkokoh keimanan dan melakukan keta'atan-keta'atan seperti, menyiapkan puasa di bulan Sya'ban dan menambah ilmu pengetahuan di bulan Ramadan, itulah yang diinginkan.

"Karena, mandi-madi seperti "Balimau" itu kan tidak ada dalam ketentuan Syari'at kita. Mandi wajib sudah jelas apa sebabnya, mandi sunat sudah jelas apa yang menjadi penyebabnya. Kan tidak ada dalam fikih islam Ada mandi sunat sebelum masuk Ramadan," katanya.

Jadi kata Buya Gusrizal Gazahar, karena itu hal ini merupakan tradisi seperti ini kalau dikaitkan dengan ibadah tidak terkait sama sekali. Kalau sebatas tradisi, tentu ditinjau mudarat dan akibatnya.

"Yang jelas, saat sekarang ini kita sedang menghadapi kerusakan moral. Pergaulan bebas dari para remaja, ini sangat berbahaya untuk kondisi Sumatera Barat, jadi jangan dibiarkan juga momen-momen yang bisa menjadi pemicu ke hal-hal maksiat," Papar Buya Gusrizal Gazahar. (KN1)
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.