foto merdeka.com/istimewa
Pariaman ---- Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan menyampaikan, jenazah Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrahim, narapidana teroris yang tewas dalam kerusuhan di rutan Mako Brimob, Selasa (8/5), berkemungkinan tidak dimakamkan dikediaman orangtuanya di Kabupaten Padangpariaman.
    
"Hasil koordinasi dengan pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat, berkemungkinan jenazahnya tidak dimakamkan di Malai III Koto," katanya di Pariaman, Kamis (10/5).
    
Namun pihaknya belum bisa memastikan dimana jenazah narapidana kasus terorisme tersebut dimakamkan.
    
Katanya, awalnya pihak keluarga berkeinginan agar jenazah Beni dimakamkan di kampung. Namun warga keberatan jika jenazah dimakamankan di daerah itu. Setelah disepakati antara pihak keluarga dengan ninik mamak dan pihak nagari setempat, jenazah akan dimakamkam di tempat lain.
      
"Berbagai pertimbangan masyarakat, akhirnya jenazah tidak dimakamkan di kampung. Ada kekuatiran warga, jika dimakamkan di kampung, makam akan diziarahi oleh kelompok penganut paham radikal lain. Dikuatirkan, dapat mempengaruhi warga di sana. Alasan lain, karena terpinda ini tidak tinggal di sini, KTP dan KK nya di daerah Pekanbaru. Jadi warga meminta agar dimakamkan sesuai domisili KTP dan KK nya," ulasnya.
     
Menurut AKBP Andry,  juga menyampaikan bahwa narapidana yang tewas tersebut memang pernah menetap di Kabupaten Padanpariaman. Namun merantau pada 1990 dan menetap di Pekanbaru, Provinsi Riau.
      
Beni alias Abu Ibrahim sebelumnya ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/10/2017). Ia ditangkap karena akan melakukan penyerangan sejumlah kantor kepolisian di daerah Riau. Beni merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). (Nanda)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.