Penuh, Editor,- Terkait aksi demo yang dilakukan oleh BPD dan sejumlah masyarakat Desa Renah Kayu Embun (RKE) Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh yang meminta Kepala Desa untuk di copot dari jabatannya dikarenakan tidak melibatkan anggota BPD dalam pengelolaan dana desa di jawab oleh Munir selaku Kades.

Ditemui editor di kediamannya Munir membantah tuduhan tersebut. “Tidak benar saya mengelola dana desa dengan semena-mena dengan tidak melibatkan unsur masyarakat dan BPD RKE, saya memiliki dokumen dan bukti bahwa saya sudah selalu melakukan koordinasi dan pembahasan bersama-sama dengan anggota BPD kata Kades RKE,” tegasnya (13/4)

Kades juga menepis adanya dugaan penyelewengan yang dituduhkan kepadanya itu. “Saya juga tidak pernah menyelewengkan dana desa seperti yang dituduhkan. Semuanya jelas dan adapun kegiatan yg tidak terlaksana semuanya dana sudah dikembalikan ke kas desa sebagai silva dan ini ada buktinya kok,” katanya lagi.

Dikatakannya lagi, bahwa dirinya siap untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana desa selama jabatannya. “Kita siap untuk buktikan,” ungkap Kades RKE.

Sekretaris BPD RKE Jailani juga mengatakan hal yang tidak jauh berbeda. Ia juga ikut mengklarifikasi tentang tuntutan pendemo sebagian dari anggota BPD RKE.

Sebenarnya Kepala Desa RKE sudah mengundang semua anggota BPD saat Musrengbangdes dan melibatkan kami anggota BPD. Anggota BPD saat itu sebagian besar hadir,” terangnya.

Di tempat yang sama di Desa Kumun wartawan Editor menemui salah satu anggota BPD lainnya yakni Yoni Hasan. Dia menyatakan bahwa dirinya yang memberikan undangan rapat kepada BPD. “Saya sendiri yang mengantar undangan rapat musrengbangdes kepada setiap anggota BPD termasuk Junaidi dan Goparudin,” jelasnya. ** Khumaini

 

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.