Kabar Nagari, Solsel  -  Jembatan gantung putus dan satu unit truk terjatuh ke sungai Batang Sangir di Nagari Limau Sundai, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan (Solsel). Kejadian sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, Kamis (10/5).

Walinagari Padang Limau Sundai, Ali Musar pada Haluan mengatakan, penyebab putusnya jembatan dikarenakan satu unit truk mengangkut buah sawit melebihi kapasitas. Akibat kejadian tidak ada korban jiwa.

"Biasanya, hanya menggunakan mobil pickup L300 tapi saat itu disisi lebih dari 4 ton sehingga menyebabkan jembatan putus. Sawit itu dibeli dari masyarakat," katanya.

Jembatan gantung itu, kata Ali Musar dimanfaatkan oleh masyarakat di satu nagari dari empat jorong sebagai akses penghubung ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sarana transportasi mengangkat komoditas pertanian. "Kita mempertanyakan bagaimana tanggungjawab pemilik truk yang mengisi muatan melebihi kapasitas. Kemudian, berharap jembatan ini segera diperbaiki," jelasnya.

Ali mengatakan, ada dua jembatan gantung sebagai penghubung masyarakat ke luar nagari tersebut. Satu jembatan hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki atau kendaraan roda dua dengan kondisi rusak dan satu lagi jembatan yang putus itu, yang bisa dilewati kendaraan roda empat.

"Ada 416 Kepala Keluaraga dengan 1.436 penduduk memanfaatkan akses penghubung jembatan itu. Yakni, dari jorong Tanjung Durian, Ranah Sungai Baban, Sibalabe Ateh dan jorong Koto Ranah," lanjutnya.Ia mengaku telah melakukan koordinasi secara lisan pada pihak BPBD dan Dinas PUPR Solsel. "Dampak terutama bagi pelajar karena hanya SD yang ada di nagari ini, untuk sekolah SMP dan SMA sederajat berada di seberang nagari. Begitu juga bagi petani mengangkut hasil bumi tentu akan kesulitan," ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Solsel, Herwin mengatakan jembatan putus tersebut bukan disebabkan bencana, terjadi karena kelalaian pengguna jembatan melewati jembatan dengan over load (melebihi kapasitas).

"BPBD telah meninjau lapangan, melakukan koordinasi dengan Dinas PU untuk langkah selanjutnya. Sedangkan untuk keperluan mendesak kita tunggu laporan dari wali nagari sekiranya bisa dibantu oleh BPBD," ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Binamarga Dinas PU dan Perumahan Rakyat Solsel, Adwis Patris Bimbe menyebutkan jembatan gantung penghubung masyarakat tersebut dibangun sekitar tahun 2015 menggunakan APBD Solsel sekitar Rp2-3 miliar.

"Peristiwa itu disebabkan oleh kelalaian bukan karena konstruksi. Portal yang telah dipasang setinggi kisaran 2 meter dipotong, padahal telah di las. Jembatan itu digunakan untuk kendaraan ringan. Jembatan lebar 2,4 meter panjang sekitar 90 meter," katanya.

Padahal, imbuhnya, jembatan itu dibangun hanya untuk kendaraan ringan bukan untuk dilewati truk. Untuk itu dipasang portal.

"Tapi, portal itu sepertinya sengaja dipotong supaya bisa dilewati kendaraan yang memiliki ketinggian lebih dari dua meter," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk perbaikan jembatan yang dibangun 2015 itu akan membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga, jika dibandingkan dengan dana perawatan rutin yang hanya Rp250 juta untuk perawatan jembatan se-Solsel tidak akan mencukupi.

"Namun, untuk jembatan gantung lama yang berada disebelahnya untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua masih bisa kita perbaiki seperti mengganti papan dan lainnya," tambahnya.

Tim dari Dinas PUPR Solsel, katanya telah melakukan tinjau lapangan untuk menghitung biaya. "Besok pagi sudah bisa didiskusikan dan Senin kita lakukan persiapan eksekusi," katanya. (h/jef)


Sumber : Harianhaluan.com
Perwata H/JEf 
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.