Kabar Nagari, Padang - Memasuki bulan suci Ramadan 1439 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan surat edaran dengan nomor 556/585/Dispar-Dest/V-2018 terkait keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

"Surat edaran (SE) tersebut terdiri dari 10 poin yang menjadi perhatian Bupati dan Walikota selama bulan puasa berlangsung," ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Rabu 16 Mei 2018 di Padang.

Poin pertama, kata Irwan, agar diusahakan terciptanya kondisi dan aktivitas masyarakat selama Ramadan yang mengambarkan sebagai bulan ibadah, sehingga nuansa islami di tengah masyarakat diwujudkan. Kedua, diperlukan pengaturan dan pengawasan kegiatan balimau agar tidak menjurus pada kegiatan yang bertentangan dengan islam.

Ketiga, kepada penganut agama non muslim agar dapat menghargai kaum muslim yang sedang melaksanakan puasa, sehingga suasana kerukunan antar umat beragama dapat diwujudkan. Keempat, menghormati umat muslim yang sedang berpuasa diharapkan rumah makan dan restoran dapat tutup di siang hari.

"Kalau memang melayani warga non muslim haruslah dengan kondisi yang tertutup dan tidak terkesan ada aktivitas makan minum dari luar," katanya.

Kelima, pengusaha perjalanan wisata agar menyiapkan paket-paket wisata religius guna menarik kunjungan wisatawan ke Sumbar dalam suasana Ramadan. Keenam, pengusaha tempat hiburan seperti karaoke dan diskotik agar menyesuaikan kegiatan supaya tidak menganggu aktivitas masyarakat untuk salat Tarawih dan sahur.

Poin ketujuh, pengusaha hotel agar memberikan pelayanan kepada tamu dengan nuansa islami dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bulan Ramadan. Poin kedelapan, mencegah terjadinya kebakaran, masyarakat agar dilarang menggunakan petasan dan sejenisnya.

"Disamping mengganggu kenyamanan masyarakat yang lagi beribadah, juga bisa berbahaya bagi yang mengggunakan, termasuk pemakaian meriam bambu dan kembang api," tambah Irwan.
Poin kesembilan, memeriahkan malam takbiran diharapkan tidak dalam bentuk takbir keliling, tapi lebih baik di masjid dan musala guna menghindari terjadinya kecelakaan. Poin terakhir, pengaturan arus mudik dan arus balik selama puasa dan libur lebaran perlu diatur untuk mencegah timbulnya kemacetan dan kecelakaan.

"Adanya surat edaran yang dikirimkan langsung kepada Bupati/Walikota dapat memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," tutup Gubernur.


Sumber : Klikpositif.com 
[Joni Abdul Kasir]
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.