Kabar Nagari, Padang - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, berhasil menangkap dua orang terduga pengedar narkotika jenis sabu-sabu seberat 17,77 gram di dua lokasi berbeda.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi, didampingi Kasat Narkoba Polres Agam, AKP Antonius Dachi di Lubukbasung, Senin, mengatakan, kedua tersangka dengan inisial AD (26) warga Diponegoro Monggong Lapau Konsi, Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam dan RA (31) warga Minang, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar.

“Di tangan kedua tersangka, anggota mengamankan 17,77 gram sabu-sabu, dua butir ekstasi, dua unit telepon genggam, plastik pembungkus sabu, timbangan digital, alat penghisap sabu dan lainnya,” katanya.

Ia menerangkan, penangkapan kedua tersangka ini berkat informasi dari masyarakat terkait sering terjadi peredaran narkotika di daerah itu.Mendapatkan informasi itu, anggota Opsnal Satres Narkoba Polres Agam langsung menuju lokasi dan menemukan tersangka. Setelah itu tersangka ditangkap dan langsung dilakukan penggeledahan.

“Saat penggeledahan anggota menemukan satu paket kecil narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan berat 0,73 gram,” katanya.

Dari keterangan tersangka, barang haram itu diperoleh dari RA yang berdomisili di Dusun Kampung Soto, Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.Anggota langsung menuju ke rumah tersangka dan saat itu tersangka masih tertidur pulas.

Lalu tersangka diamankan dan dilakukan penggeledahan ditemukan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan berat 17,04 gram, dua butir ekstasi, timbangan digital, plastik pembungkus sabu, alat hisap sabu dan lainnya.

“Kedua tersangka ini langsung dibawa ke Mapolres Agam untuk proses selanjutnya,” katanya.

Apabila beberapa hari lalu kasus ini diungkapkan, tamb ahnya, maka anggota mengamankan barang bukti lebih banyak sekitar satu kilogram.Ini berdasarkan dari kantong pembungkus sabu-sabu itu.

“Sabu-sabu ini berasal dari Malaysia, melalui kurir dari Pakanbaru dan sabu-sabu itu didistribusikan ke Pariaman,” katanya.

Ia mengakui, ini merupakan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan barang bukti yang terbesar selama satu tahun menjabat Kapolres Agam.Sebelumnya hanya mengungkapkan penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu dengan barang bukti hanya dibawah lima gram.

“Kita memberikan apresiasi kepada anggota yang telah mengungkap kasus tersebut, sehingga tidak ada lagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polres itu,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam pasal 114 ayat 2 Yo pasal 112 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan kurungan maksimal 20 tahun penjara.Salah seorang tersangka, RA, mengakui bahwa pihaknya baru empat bulan ini mengedarkan sabu-sabu.

“Biasanya saya hanya pemakai dan sempat berhenti beberapa bulan. Setelah itu saya mengedarkan sabu-sabu,” katanya.

Ia beralih menjual sabu-sabu akibat membutuhkan biaya untuk membeli peralatan untuk persalinan anaknya, karena istri hamil lima bulan.“Biaya ini saya gunakan untuk membeli baju, popok dan peralatan anak saya akan lahir pada September 2018,” katanya.(*)



Sumber : Tribratanews.Sumbar.Pori.Go.Id
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.