Kabar Nagari, Padang Panjang - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menyelenggarakan acara Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang bahan berbahaya dan keamanan pangan kepada masyarakat Kota Padang Panjang dan sekitarnya. Kegiatan yang didukung oleh Komisi IX DPR RI tersebut diikuti lebih kurang 500 orang perwakilan masyarakat, di Aula Thawalib Putra, Minggu 6 Mei 2018.

Adapun tujuan dari kegiatan itu yaitu untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat dalam mengawasi makanan dan obat obatan.

Acara dibuka oleh Pjs. Walikota Padang Panjang Irwan yang diwakili oleh Plt. Asisten I Bidan Pemerintahan dan Kesra Sonny Budaya Putra. Hadir pada acara itu, Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri, Anggota Komisi IX Betti Shadiq Pasadigoe sebagai narasumber dan undangan lainnya.

Pjs. Walikota Padang Panjang Irwan yang diwakili oleh Asisiten I Sonny Budaya Putra dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. “ kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tinggi atas terselenggaranya acara ini,” katanya

Dikatakan, Pengawasan terhadap makanan, minuman dan obat obatan merupakan kewajiban pemerintah melalui BBPOM akan tetapi masyarakat juga diminta untuk melakukan pengawasan internal juga. “ pengawasan semu yang tidak hanya mengandalkan kepada BBPOM,” ujarnya.

Disamping itu, Pjs. Walikota Irwan yang diwakili oleh Plt. Asisten I Sonny Budaya Putra meminta kepada masyarakat yang mengikuti acara KIE tentan bahaya bahan berbahaya dan keamanan pangan dapat menyebarkan informasi itu kepada keluarga dan masyarakat disekitarnya.

Sementara Kepala BBPOM Martin Suhendri mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cara yang benar dalam mengkonsumsi berbagai panganan dan obat obatan. “ Tidak hanya asal sehat saja,” katanya.

Ia berharap kehadiran 500 orang tersebut dapat menyebarkan informasi yang benar tentang bahan berbahaya dan kemanan pangan kepada yang masyarakat lainnya. “ kalau empat saja dari 500 ini yang menyampaikan informasi, maka bisa mencapi 2500 orang yang akan mengetahui tentang bahan berbahaya dan keamanan pangan,” harapnya.(Relis/ Haris)
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.