Kabar Nagari, Padang Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade mendesak Dinas Pendidikan Sumbar melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan di Sumbar. Karena, Andre melihat banyak perilaku pelajar di Sumbar yang sudah kelewat batas. Baik dari segi agama, ataupun budaya Minangkabau.

"Diamankannya ratusan atau seribuan pelajar kemarin di Bukitlampu, bisa menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan dalam mengubah sistem pengumuman, kelulusan. Sungguh, kami yang dirantau merasa sedih melihat anak-anak kita diamankan oleh pihak Kepolisian karena merayakan kelulusan seperti itu," kata Andre Rosiade, kemarin.

Andre menyampaikan, dirinya mengapresiasi tindakan pihak kepolisian yang telah mengamankan pelajar yang konvoi-konvoi merayakan kelulusan di kawasan Pantai Nirwana dan sekitarnya kemarin. Apa yang dilakukan oleh pihakPolresta Padang, Pol PP Padang dan aparat lainnya tersebut merupakan hal yang positif dan harus didukung seterusnya.

Masyarakat, kata alumni SMAN 2 Kota Padang ini, harus bangga melihat kegigihan pihak Kepolisian dalam memberantas perilaku buruk pelajar Kota Padang saat ini. Seharusnya, masyarakat juga harus bersinergi dengan pihak Kepolisian.

"Kita berharap, polisi tidak bosan-bosannya dalam memberantas perilaku buruk terhadap pelajar.Seperti tawuran, serta hal buruk lainnya. Mari bersama kita dukung pihak Satpol PP dan Polisi memberantas perilaku buruk terhadap pelajar," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra ini.

Andre berharap, semua pihak juga turut serta menyelesaikan persoalan ini. Orang tua siswa paling berperan dan bisa mengubah perilaku anak ini. Kalau orang tua telah mewanti-wanti anak tidak berlebihan dalam merayakan kelulusan. “Kalau semua orang tua mengingatkan anak mereka, tentu kejadian seperti pekan lalu tidak perlu terjadi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, ratusanpelajar di Kota Padang yang konvoi-konvoi menggunakan sepeda motor, dalam merayakan kelulusan diamankan Polisi di Taman Nirwana Padang. Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya tawuran dan lain-lain.Bahkan ada juga yang diamankan di Pessel.

Sebanyak 200 lebih sepeda motor pun ditahan Polisi. Para pelajar ini diberikan pembinaan serta dilakukan pemanggilan orang tua.Mereka yang berpakaian coret-moret itu, tanpa merasa bersalah telah menyalahi aturan berlalu lintas. Tidak menegunakan helm dan peralatan lainnya.
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.