Padang Panjang, Editor,-  Memasuki bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah  alumni SMA PGRI Padang Panjang   menyerahkan bantuan  sembako  ke   SLB Mutiara Bunda  di Kampung Jambak Padang Panjang ,  dan  dua panti asuhan di daerah tetangga Batipuh Tanah Datar. Kedua panti asuhan tersebut masing masing PA Muhamdiyah  Lubuk Bauk Batipuh dan PA Muhamadiyah Ladang Laweh Malalo.

Menurut  Aswirman, ketua ikatan alumni  SMA PGRI didampingi sekretaris, Salmiah, dan bendahara, Ermawati, itulah salah satu bentuk kepedulian alumni SMA PGRI  kepada penghuni panti asuhan dan anak berkebutuhan khusus di SLB . Jika ditanya jumlahnya mungkin tak seberapa,  namun niatnya yang lebih penting.  kedepan kita berharap bantuan ini  terus meningkat kwalitas dan kwantititasnya, papar  Aswirman, yang juga salah seorang pejabat  di lilingkungan PemkoPadang Panjang ini kepada Editor.

Walau tidak dirinci jumlahnya, Wir menyebutkan  bantuan  terdiri dari beras,minyak goreng, telur,susu,mie instan, teh dan gula. Sumber anggarannya  selain sisa dana reunion Desember 2017,juga  sumbangan dari alumni. Di SLB sumbangan secara simbolis diserahkan  ketua alumni PGRI 2017- 2023, Aswirman kepada  pimpinan yayasan, Yusnisar. Sementara di panti asuhan  Lubuk Bauk Batipuh diterima pimpinan  yayasan , Perry Sy. Amir

Terpisah  Dedi Demona ketua dewan Pembina alumni  SMA PGRI mengucapkan rasa syukur    atas kepedulian dan kebersamaan   alumni. Walau jumlah alumni sedikit,tidak hitungan ribuan orang,  dan SMA PGRI telah lama ditutup, kita bisa tetap eksis  dengan kegiatan positif. Ia mengingatkan agar alumni selalu kompak dan melangkah bersama untuk  kesejahteraan anggota dan lingkungan.

Sekedar megingatkan, SMA PGRI   berdiri tahun 1980, berlokasi di Pasa Usang, (di kampus  STAI kini) pernah jaya diera delapan puluhan dengan ratusan muridnya. Walau sempat membangun beberapa lokal belajar di Pasa Usang, SMA PGRI pindah ke bekas SD Tanahlapang, yang kini dijadikan sebagai SMAN 2.

Mayoritas tenaga pendidik  berasal dari  guru senior SMA negeri   seperti Musni Zen, Huriyati, Daryeti,  N.Nasutian,  Jasmarbai dan guru SPG seperti Miskar Dt. Bandaro Kuniang,Lenis, Jumadi, Bahtiar, Rajab, Gusnizar dan lainnya.

Dibidang akademi muridnya berprestasi, begitu juga olahraga dan kesenian sering meraih juara.Namun  seiring bertambahnya SMTA negeri dan swasta di Padang Panjang dan sekitarnya sekolah inipun mulai  kekurangan murid hingga akhirnya ditutup sekitar tahun 1993.

Dimana mana alumninya terserak sebagai orang sukses baik di pemerintahan,BUMN, pengusaha, kepolisian, wartawana, dosen dan lainnya. Itu pulalah yang jadi kesedihan alumni di setiap ada reunian. Makanya, pada reuni akbar tahun lalu  hasrat alumni mendirikan sekolah muncul begitu kuat. Dan itu tidak harus dimulai dari jenjang SMA, tapi bisa dari SMP, atau SD. Namun namanya mungkin bukan sekolah PGRI, sebab PGRI itu organisasi persatuan guru Republik Indonesia.Tapi itu tadi baru keinginan,  ujar Aswirman, kepada Editor.** Yetti harni/ Berliano Jeyhan

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.