Kabar Nagari, Padang – Alex Indra Lukman, anggota Komisi V DPR RI, disanjung bak pahlawan oleh pengurus Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiah Batang Kabuang kota Padang. Betapa tidak, pimpinan Fraksi PDI Perjuangan itu, dianggap orang yang paling berjasa mewujudkan mimpi pengurus Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiah (YP2TI) Batang Kabuang kota Padang ini.

Berkali-kali nama Alex disebut Dafril, Sekretaris YP2TI dalam sambutannya, saat acara peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa di Pondok Pesantren itu, Senin siang (07/05/2018).

“Asrama ini sudah menjadi mimpi kami sejak lama, tahun 2016, kami sudah mulai menyusun proposal untuk diajukan kepada pemerintah kota waktu itu Pak Emzalmi wakil walikota Padang, namun tak ada anggaran. Akhirnya kami memberanikan diri menghadap bapak Alex Indra Lukman, anggota DPR RI di kantornya di Ulak Karang (Kantor lama DPD PDI Perjuangan), alhamdulillah langsung ditanggapi dan pak Alex langsung menghubungi orang di kementrian PU,” ucap Dafril saat menyampaikan kata sambutannya.

Dafril menambahkan, tak berselang waktu lama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sudah menyetujui dan menganggarkan pembangunan asrama dalam bentuk Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk Ponpes tarbiyah Islamiah Batang Kabung.

“Awalnya banyak yang menyangsikan upaya kami menghadap Pak Alex, namun wujud pedulinya belaiu terhadap Pondok Pesantren, Pak Alex menyatakan sikap tegas bahkan bersitegang urat leher dengan anggota DPR RI lainnya tetap memperjuangkan anggaran untuk Rusunawa ini,” sambung Dafril kepada wartawan usai peletakan batu pertama.

Sementara itu, kepala Satuan Kerja SNVT Penyedia Perumahan Kementerian PUPR, Indra M. Sutan mengatakan, bangunan Rusunawa ini nantinya terdiri dari dua tingkat, seluas 1420 meter persegi, delapan barak lengkap dengan mobilernya.

“Jumlah unit 24, jumlah barak ada 8 barak plus dengan mobilernya, kursi, lemari, tempat tidur dengan kapasitas 140. Insya Allah akhir november bangunan ini siap digunakan,” ucap Indra Sutan saat memberikan sambutan.

Sebelum prosesi peletakan batu pertama, terlebih dahulu dilakukan penyembelihan ayam jantan, untuk mendarahi lokasi pembangunan. Tujuannya, berharap kepada Yang Maha Kuasa agar pembangunan ini lancar tanpa ada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Peletakan batu pertama diawali oleh PLH Kakanwil Depag, dilanjutkan oleh Ka Satker, Albert hendra Lukman anggota DPRD Sumbar, Kakandepag kota Padang, Wismar Panjaitan anggota DPRD kota Padang, Guru besar Pondok Pesantren, tokoh masyarakat dan pengurus Yayasan.

Rusunawa ini nantinya akan dijadikan asrama bagi santeri perempuan. Sedangkan asrama untuk santeri laki-laki sedang dibangun di belakang Ponpes dengan dana swadaya masyarakat.
Saat ini, santeri di Ponpes Tarbiyah Islamiah ini berjumlah 524 orang, 280 diantaranya tinggal diasrama yang kini kondisinya sangat memperihatinkan.
 (art)
Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.