Kabar Nagari, Padang - Ratusan pengusaha yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) se Sumatera Barat, lakukan aksi unjuk rasa tolak keputusan Kemenkominfo mengeluarkan peraturan yang membatasi penggunaan kartu perdana secara mandiri hanya sebanyak 3 buah untuk registrasi 1 KTP, di Kota Padang, Senin 2 April 2018.

Pantauan Kabarnagari.com di Kantor DPRD Sumaterat, peserta aksi yang jumlahnya ratusan orang ini mendesak untuk bertemu dengan Wakil Rakyatnya yang disana, dalam penyampaian aspirasi. Dan akhirnya jelang satu jam aksi peserta aksi akhirnya ditemui oleh Anggota Komisi I DPRD Sumbar, Afrizal.

Ketua DPD KNCI Sumbar, Alkadri Azima menyampaikan,  peraturan Kemenkominfo menyebabkan kerugian terhadap usaha penjual kartu perdana di outlet mereka.

"Aturan kemenkominfo menyebabkan omset kita turun 50 persen lebih. Karyawan kita terancan di pecat. Konter kita terancam tutup, lambat laun pasti," kata Alkadri Azima, kepada wartawan di kantor DPRD Sumbar.

Alkadri menyampaikan, mereka hanya menuntut satu hal, hapuskan pembatasan satu KTP hanya untuk tiga kartu. Mereka menyetujui registrasi yang failid, tapi tidak dibatasi.

"Kami sudah, melakukan pertemuan sebanyak 17 kali kurang lebih pada tanggal 17 november 2017 dengan kominfo. Pada saat ini melalui dirjennya Kominfo menyetujui untuk tidak dibatasi. Tapi, enam bulan secara itu kita diulur-ulur, mereka bohong," katanya.

Kemudian, Alkadri menjelaskan, pembatasan ini sudah berlaku saat ini. Akibatnya tibuan pis kartu mereka di konter terblokir. (KN1)



Sumber
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.